A. Tujuan
1. Untuk mengetahui strutur tubuh ikan.
2. Untuk mengetahui fungsi dan letak organ pada ikan.
B. Landasan Teori
Pada ikan terdapat dua lapis kulit yang menutupi tubuh diantaranya epidermis yaitu lapisan terluar yang tipis dan selalu berganti, kemudian dermis yang berada di bawah epidermis lebih tebal dan bentuknya seperti sisik. Organ pada kulit ada yang di sebut dengan sisik,kelenjar lender, kelenjar racun, dan kelenjar pewarnaan. Tipe – tipe sisikpun berbeda-beda dan dimulai dari bentuk sikloid, ktenoid,plakoid, ganoid, dan cesmoid.
Sistem urat daging (otot ) terdiri dari tiga jenis yaitu bergaris, polos, dan jantung yang kerjanya di bawah rangsangan saraf dan tidak di bawah rangsang saraf yang berfungsi untuk pergerakan tubuh, sirip sirip, rongga mulut, dan organ- organ dalam. System rangka (tulang) yang berfungsi sebagai penegak tubuh, tempat melekatnya otot, pelindung organ-organ dalam dan membentuk eritrosit . berdasarkan strukturnya rangka ada dua macam yaitu rangka tulang rawan dan rangka tulang benar. Sedangkan berdasarkan letakyna ada tulang tengkorak, tulang punggung, tulang rusuk, tulang penyokong sirip, dan tulang penyokong insang. Ada pula tulang yang menutupi insang yaitu operculum, sub operculum, preoperculum, interculum.
Pada ikan system pencernaannya terdri dari arah depan/anterior ke arah belakang/posterior dimulai dari pilorus, rongga mulut, usus, esophagus, lambung, empedu, pancreas, pilorik saeka. Selanjutnya adalah peredaran darah definisi dari system sirkulasi itu sendiri adalah system yang berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan oksigen dari perairan ke sel –sel tubuh yang membutuhkan juga mengangkut enzim, zat-zat nutrisi, garam-garam hormone dan anti bodi serta mengangkut karbondioksida dari dalam usus , kelenjar-kelenjar, dan insang keluar tubuh. Organ yang berperan dalam system sirkulasi diantaranya jantung, pembuluh nadi, (aorta,arteri), pembuluh balik (vena), dan kapiler-kapiler darah.
Sistem pernapasan pada ikan yaitu dengan cara pertukaran karbondioksida sebagai sissa dari proses metabolism e tubuh yang harus di buang dengan oksigen yang berasal dari perairan yang dibutuhkan dalam proses metabolism.
System saraf kedua hormon kedua system ini dapat dikatakan sebagai system koordinasi untuk mengantisipasi perubahan kondiosi lingkungan dan perubahan status kehidupan. Perubahan lingkungan akan diimformasikan ke system saraf dan merangsang kelenjar endokrin untuk mengeluarkan hormon-hormon yang dibutuhkan untuk di kirim ke organ target dan aktifitas metabolism e jaringan-jaringan akan terangsang untuk bergarak. System saraf terdiri dari system cerebro spiral, system otonomi dan system organ-organ khusus. System hormone dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar hormone seperti hormon pertumbuhan. Hormone produksi, hormone ekresi dan osmeregulasi. Sedangkan menurut kelenjar hormone yang di hasilkan dibedakan atas endo hormone yang bekerja di dalam tubuh dan ekto hormone yang bekerja di luar tubuh seperti fenomen yang merangsang jenis kelamin lain mendekat untuk berpijah.
Sistem ekresi pada ikan yaitu pembuangan proses metabolisme tubuh berupa gas, cairan, dan padatan melalui kulit, ginjal, dan system pencernaan. Letak ginjal pada ikan berda diatas rongga perut, diluar peritoneum di bawah tulang punggung dan aorta dorsalis sebanyak satu pasang berwarna merah memanjang. Sedangkan system osmeregulasi yaitu system pengaturan keseimbangan tekanan osmotic habitat atau perairan.
Sistem reproduksi yaitu system untuk mempertahankan atau melestarikan spesies dengan keturunan yang fertile. Organ reproduksi pada ikan yaitu gonad jantan testis biasanya sepasang, kiri dan kanan menghasilkan spermatozoa sedangkan gonad betina yaitu ovarium/ovri menghasilkan telur .
Tipe reproduksi pada ikan
1. Berdasarkan organ kelamin
a. Biseksual yaitu individu betina dan individu jantan berpisah.
b. Hermaprodit yaitu sel kelamin jantan das el kelamin betina terdapat pada satu individu.
c. Pantogenesis dan ginogenesis.
2. Berdasarkan proses pembuatan sel telur oleh spermatozoa
a. Eksternal atau ovivar yaitu pembuahan di luar tubuh betina, perkembangan embrio di luar tubuh betina dalam jumlah telur ratusan sampai ribuan
b. Internal
1). Vivipar yaitu pembuahan di dalam tubuh betina, embrio mendapatkan sari makanan dari ianduk sampai menetas.
2). Ovovivipar yaitu embrio mendapat makanan dari kuning telur.
C. Cara Kerja
Alat dan bahan
1. Satu ekor ikan mas.
2. Satu set alat bedah.
3. Bak bedah.
4. Kapas
5. Kertas tisu
Langkah Kerja
1. Mengamati morfologi ikan secara utuh dengan mengamati beberapa macam sirip, menjadi sirip punggung, sirip ekor, letak sirip dada, letak sirip perut, mengamati tipe sisik.
2. Mengamati bagian kepala dimulai dari ada atau tidaknya lubang hidung, letak mulut, dan mengenai operculum (tutup insang)
3. Mengamati organ visceral dengan menyayat ikan dibagian otot epaksial dari sebelah lateral sampai diatas sirip anal dan sayatan mengenai tulang punggung. Setelah itu bersihkan, sayatan otot dilepas dan selanjutnya mengamati organ visceral dalam keadaan sebelum terutai seperti gijal, gelembung renang, gonad.
4. Mengamati saluran pencernaan dengan menguraikannya agar dapat menemukan esophagus, lambung dan usus halus.
5. Mengamati letak jantung di bagian anterior daerah atdomen.
6. Merngamati rongga mulut dan insang dengan meraba mulut untuk mengetahui ada tidaknya gigi dan menghitung jumlah insang.
7. Mengamati otot dengan melepaskan kulit dan bagian ikan yang masih utuh dengan menentukan miotoma, otot epaksial, hipaksial,dan septum internal.
8. Mengamati system saraf dengan membuka tengkorak ikan daengan hati-hati dari bagian atas dan akan terlihat otak yang di lapisi lemak, dengan begitu kita akan menemukan serebrum , diensefalon, lobus optikus, serebelum, dan maleensefalon.
Laporan
Mengenal Anatomi Pisces
Disusun Oleh:
Desi Yusi Herlina (08541077)
Yuni Khomariah (08541086)
Asep Subagja (08541086)
Dedi
Soni Wahyudin
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
( STKIP ) – GARUT
2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar